Tips Menghilangkan Mimpi Buruk yang Bisa Anda Terapkan

Mimpi adalah bunga tidur, banyak yang berkata seperti itu. Namun ada pula mimpi yang dapat mengganggu kualitas tidur anda. Mimpi yang mengganggu sering disebut dengan mimpi buruk. Jika anda sering mengalami gangguan mimpi ini, berikut adalah cara mengatasi mimpi buruk.

Sebelum mengetahui cara menghilangkan mimpi buruk yang sering terjadi, alangkah baiknya mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Bunga tidur dapat dikatagorikan sebagai mimpi buruk jika hal itu terjadi secara berulang, berhari-hari, dan mengganggu kualitas tidur anda. Pada saat mengalami mimpi buruk, anda akan terbangun dengan kondisi detak jantung yang berdebar, biasanya berkeringat, cemas, khawatir, bahkan sampai takut untuk tidur.

Penyebab

Jika anda sudah mengetahui penyebab mimpi buruk, anda akan lebih mudah dalam mengikuti langkah mengatasi mimpi buruk yang menimpa diri anda. Mimpi buruk biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan dapat memiliki pengaruh pada otak sehingga mengakibatkan mimpi buruk.
  • Jam tidur yang kurang juga bisa menjadi faktor penyebab munculnya mimpi buruk.
  • Makan sebelum tidur. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya mimpi buruk sebab meningkatnya metabolism dan otak menjadi lebih aktif.
  • Cemas, depresi, khawatir berlebih, atau masalah psikologis lain juga bisa menjadi pemicu terjadinya mimpi buruk yang menimpa anda.
  • Trauma. Ketika anda mengalami trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) juga bisa mengakibatkan anda mengalami mimpi buruk secara berulang.

Cara mengatasi

Ketika anda terbangun dari mimpi buruk, dan perasaan anda semakin panik, berikut adalah langkah yang dapat lakukan saat terbangun dari mimpi buruk.

  • Ambil napas dalam-dalam dan tenangkan diri anda. Sadari bahwa yang barusan terjadi hanyalah mimpi. Sekarang, anda berada di dunia nyata. Cobalah untuk melihat sekitar yang mungkin dapat membantu anda.
  • Yakinkan diri anda bahwa keadaan anda saat ini dalam kondisi aman. Anda dapat melihat situasi sekitar atau memeriksa kunci rumah.
  • Cobalah untuk menenangkan otot-otot anda. Otot yang menegang adalah respon tubuh secara alami saat mengalami hal buruk. Minum air putih juga dapat membantu menenangkan anda.
  • Jika sulit tertidur kembali setelah mimpi buruk, cobalah untuk melakukan aktivitas yang dapat membuat lupa akan mimpi yang baru saja terjadi. Menonton televisi, membaca buku, atau mendengarkan dapat membantu anda menjadi lebih tenang. Setelah tenang, cobalah untuk tidur kembali, tubuh anda masih membutuhkan istirahat yang cukup.
Sumber: health.detik.com

Jika tidur anda masih terganggu dengan mimpi buruk yang masih anda alami. Beberapa cara berikut dapat anda terapkan untuk mengatasinya.

  • Atur kamar anda

Kamar atau ruang tidur yang nyaman merupakan kunci dari tidur malam yang berkualitas. Atur posisi tempat tidur, dekorasi interior, dan pencahayaan yang dapat membuat anda nyaman dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks saat tidur. Pastikan mematikan lampu dan menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu tidur anda.

  • Atur jam tidur

Cobalah untuk mengatur jam tidur anda pada jam yang sama setiap malam. Hal ini dapat membantu otak untuk menyesuaikan jam biologis. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu istirahat selama 6-8 jam setiap malam.

  • Persiapan sebelum tidur

Cobalah untuk membuat tubuh anda merasa rileks dan nyaman agar tidur anda menjadi lebih berkualitas dan terhindar dari mimpi buruk. Persiapan yang bisa anda lakukan adalah mandi dengan air hangat, membaca buku, mendengarkan musik yang anda sukai, dan menjauhkan barang-barang elektronik dari tempat tidur.

  • Hindari pikiran negatif

Pikiran negatif dan rasa takut dapat menjadi pemicu anda dalam mengalami mimpi buruk. Oleh sebab itu, mempersiapkan pikiran agar tetap tenang, nyaman, dan positif perlu dilakukan. Hindari memikirkan sesuatu saat menjelang tidur, hal tersebut juga dapat memengaruhi terjadinya mimpi buruk.

Jika anda tetap mengalami mimpi buruk setelah melakukan langkah-langkah di atas. Segeralah ke dokter dan konsultasikan kepada ahlinya.

Referensi:

Halodoc.com

Hellosehat.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*